KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sementara usaha permak pakaian cenderung sepi, karena dampak pandemi virus corona atau covid-19, Penjahit di Jalan Barito Kuala Kapuas bernama Abid ini mencoba peruntungan dengan membuat masker kain, hampir sebulan terakhir ini.

Hasilnya, menurut Abid usaha membuat masker kain ini lumayan banyak diminati masyarakat, terlebih untuk saat ini masker bedah atau yang biasa musah ditemui di apotek-apotek menjadi langka semenjak pandemi covid-19.

"Lumayan hasilnya membuat masker kain ini. Gantiannya sunyi atau berkurang dari biasanya orang permak pakaian," ucap Abid, Sabtu, 11 April 2020.

Lebih lanjut, Adib mengungkapkan dalam sehari ia dibantu dengan dua rekannya maksimalnya bisa membuat sampai 400 buah masker kain menggunakan mesin jahit, tetapi tetap disesuaikan dengan pesanan ataupun masker yang hendak dijual.

"Untuk pemesan ini warga sini (Kapuas) sebagian untuk diecer di tempat lain. Dan ada pesanan juga dari masyarakat," katanya.

--page


Adapun, untuk satu buah masker kain ini dibanderol dengan harga Rp 6.000 per lembarnya. "Bahan baku kain untuk membuat masker ini cukup sederhana, dan mudah didapatkan di pasaran, jadi tinggal membuatnya saja," tutur Abid.

Hanya saja, lanjut dia untuk bahan baku karet untuk bahan tali masker ini mulai sulit didapatkan di pasar Kuala Kapuas. "Jadi, bisa memesan juga ke Kota Banjarmasin untuk bahan baku ini," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-5)