TEMPO.CO, Jakarta - Spesialis Komunikasi Perubahan Perilaku dari UNICEF, Rizky Ika Syafitri, mengatakan bahwa pesan larangan berkumpul dan menjaga jarak selama wabah virus Corona harus diperkuat untuk anak-anak.
“Penting buat kita mendengar suara anak-anak dan merespons concern mereka mendapat intervensi yang baik dan benar,” kata Rizky, sabtu, 11 April 2020.
Rizky mengatakan, berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan UNICEF pada 27-31 Maret 2020 melalui platform U-Report, sebanyak 60 persen anak muda yang mengikuti survei menyatakan orang-orang di sekitar mereka belum menjaga jarak 1 meter.
Kemudian, sebanyak 40 persen responden juga menyatakan bahwa dalam 7 hari terakhir mereka keluar rumah, selain untuk membeli makanan dan obat-obatan. “Larangan berkumpul ini harus diperkuat,” katanya.
Hasil jajak pendapat juga menyatakan sebanyak 30 persen responden merasa cukup baik dan senang, sedangkan 28 persen menyatakan merasa sedih dan tidak senang.
--page
Dalam pertanyaan terkait perasaan mendengar Covid-19, 34 persen responden merasa takut. Tetapi,kata Rizky, sebanyak 19-20 persen merasa penuh harapan.
Survei pada Maret tersebut merupakan jajak pendapat kedua yang dilakukan UNICEF. Jajak pendapat pertama kali dilakukan pada Februari, sebelum pengumuman adanya kasus Covid-19 di Indonesia. Dalam survei kedua ini, UNICEF mendapat lebih dari 7.000 tanggapan dari kaum muda berusia 15-30 tahun dari 34 provinsi di Indonesia.
Dibandingkan dengan jajak pendapat pertama, kata Rizky, ada pemahaman yang lebih baik di kalangan anak muda tentang cara mereka melindungi diri dari Covid-19.
Misalnya, terkait tindakan yang paling efektif untuk mencegah infeksi, 39 persen memilih mencuci tangan dengan sabun. Dalam jajak pendapat sebelumnya, hanya 8 persen responden menjawab cuci tangan pakai sabun, sementara 26 persen menjawab cuci tangan tanpa menyebutkan sabun.








