BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Suyuti Syamsul mengatakan masker yang dicuri pada Sabtu, 11 April 2020 (sudah ditangkap kurang dari 24 jam) merupakan masker bedah untuk petugas kesehatan dalam melakukan penanganan pasien Covid-19. Termasuk untuk petugas yang bertugas pada instalasi bedah.
"Masker yang dicuri adalah stok penyangga, persediaan di gudang perbekalan farmasi sebagai upaya jaga-jaga jika terjadi krisis perbekalan di RSUD kabupaten ataupun kota," katanya, Minggu, 12 April 2020.
Ia menuturkan, sejak pertengahan Maret 2020, jumlah masker yang didistribusikan ke rumah sakit kabupaten dan kota melalui Dinkes masing-masing mencapai 147.000. Jumlah itu juga untuk RS TNI dan Polri yang memang sejak awal turut membantu menangani Covid-19.
"Saat ini masker yang ada di kabupaten dan kota masih cukup memadai, tetapi untuk stok masker yang ada di gudang farmasi harus tetap tersedia secara optimal," ujarnya.
Dia menambahkan, barang yang dicuri itu yakni 120 box masker bedah dan 20 box masker N95. "Akibat kejadian itu Dinas Kesehatan Kalteng mengalami kerugian Rp 45 juta," tuturnya.
--page
Dalam kasus ini, pelakunya sudah terungkap oleh jajaran Polresta Palangka Raya. Suyuti pun menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kerja cepat aparat tersebut. (NOPRI/B-7)








