BORNEONEWS, Buntok – Pemkab Barito Selatan mengaktifkan kembali tiga posko pantau Covid-19. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Barsel, Satya Titiek Atyani Djoedir saat konferensi pers, Minggu, 12 April 2020.
Aty Djoedir membeberkan, sebenarnya tidak ada penghentian operasional Posko pantau secara permanen. Saat itu, dilakukan evaluasi terhadap seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan selama 9 hari dari 30 Maret sampai 8 April 2020.
“Evaluasi yang kita lakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, melengkapi berbagai kekurangan agar lebih efektif dan efisien di 3 titik posko pantau,” kata Wakil Bupati Barsel.
Dari hasil evaluasi secara menyeluruh, lanjutnya, ditetapkan beberapa perubahan operasional lanjutan posko pantau dimaksud. Untuk Posko Pantau di Pelabuhan Pasar Lama dan di Bundaran Sababilah tetap di tempat semula. Sedangkan posko pantau di Kalahien digeser ke simpang Pendang.
“Di setiap posko pantau petugas yang jaga 6 orang terdiri dari TNI-Polri, Satpol-PP, BPBD, Dinkes dan Puskesmas,” jelas dia.
--page
Sementara bagi petugas yang jaga, lanjut dia, dibagi menjadi dua ship yakni 6 orang mulai dari pukul 08.00 - 20.00 WIB. “Terhitung dari tanggal 10 April 2020 tiga posko pantau Covid-19 telah kita aktifkan atau operasional kembali,” ungkapnya.
Dia menambahkan, mengenai dana untuk menunjang kegiatan Gugus Tugas Covid-19 dan Posko Pantau tersebut telah disetujui DPRD melalui surat Nomor 172/93/DPRD/2020. Dana yang disediakan dan telah disetujui DPRD tersebut sebesar Rp 1,3 miliar, ditambah dana tak terduga Pemda Rp 2 miliar. Sehingga, total anggarannya Rp 3,3 miliar. (URIUTU DJAPER/B-7)








