BORNEONEWS, Sampit - Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kotim H Ary Dewar menilai, akibat wabah pandemi Covid 19 saat ini, kondisi masyarakat kian bergejolak.
Salah satu penyebabnya menurutnya karena harga komoditas andalan seperti karet, rotan cenderung sulit dipasarkan selain itu harganya semakin anjlok.
Sehingga kata dia petani terus menjerit karena kondisi itu sangat tidak sebanding dengan harga sembako yang terus mengalami kenaikan harga ditingkat masyarakat.
“Saya melihat beban masyarakat kita sangat berat. Harga sembako naik, sementara itu di satu sisi harga komoditas masyarakat terus turun bahkan sampai keuslitan untuk menjual,” kata Ary Dewar, Senin, 13 April 2020.
Kondisi demikian ini terjadi di sejumlah daerah di Kotim yang mana selama ini bergantung disektor itu. Alasan kenapa harga turun komoditas masyarakat turun karena wabah ini sehingga para pengepul juga kesulitan memasok dan mereka tidak mau menyetok terlalu banyak hasil dari tingkat petani.
--page
Ary menyebutkan, kesulitan masyarakat ini memang sangat berdampak kepada kehidupan ekonomi mereka sehari-hari. Salah satu upaya pemerintah untuk menekan itu adalah menstabilkan harga kebutuhan pokok.
“Instansi terkait harus aktif turun ke lapangan. Sehingga harga-harga sembako tidak terlalu naik signifikan. Jika dibiarkan masyarakat akan menderita," tandasnya. (NACO/B-5)








