SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Fraksi Partai Nasdem DPRD Kotawaringin Timur, Pardamean Gultom mengakui dua kecamatan dalam kota rawan menipisnya stok pangan. 

Kecamatan itu kata dia yakni Baamang dan MB.Ketapang. Kecamatan dalam Kota Sampit ini tidak mempunyai cadangan produksi pangan didaerahnya untuk menutupi kebutuhan apabila wabah virus Corona ini  bertahan cukup lama.

Untuk itu, kata dia sudah tepat pemerintah kabupaten setempat menekankan agar seluruh perusahaan perkebunan mencadangkan dan mengelola lahan untuk tanaman pangan mulai sekarang. Tanaman pangan itu sekira cepat produksi seperti ubi-ubian dan tanaman padi usia pendek.

Dia mengkhawatirkan jika wabah ini berlangsung lama. Bahkan terburuk seperti di Cina. Dimana muncul kembali wabah difase kedua ini.

Gultom mengakui sudah menyampaikan bayangan itu kepada warga sekitarnya. Bahkan dirinya mengajak untuk sesegera mungkin memanfaatkan lahan pekarangan.

--page

"Penting langkah antisipasi daripada kedepannya kelaparan karena kalau wabah ini bertahan lama siapa yang mau jual beras dan kebutuhan pokok," katanya, Senin, 13 April 2020.

Jika itu terjadi kata dia siapa yang bisa diharapkan, tentunya semuanya harus  persiapkan diri masing-masing mengantisipasi itu.

“Produksi pangan  di dua kecamatan ini cenderung minim dibanding kecamatan lainnya, ini kekhawatiran saya,” tukasnya.

Selai  itu kata dia stok beras yang ada di Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional Kotim-Seruyan ini hanya mencukupi untuk lima bulan kedepan. Angka itupun tidak mutlak  karena itu perhitungan  jika kondisi normal, dimana  beras dan pangan lainnya masih bisa disuplai dari daerah. 

Namun, jika kondisi wabah seperti ini semua daerah kabupaten tentunya melakukan pencadangan pangan sehingga tidak mengirim beras dan bahan lainnya ke daerah. (NACO/B-5)