MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Peningkatan debit Sungai Barito menyebabkan sejumlah kawasan di Kabupaten Barito Utara terdampak banjir. Salah satunya di Desa Muara Inu, Kecamatan Lahei dan sejumlah kawasan di Kecamatan Montallat.

"Banjir ini sudah terjadi selama dua hari. Hari ini ketinggian air meningkat mencapai 3 meter,” kata Kepala Desa Muara Inu, Herdeni, Senin 13 April 2020.

Banjir itu merendam 275 rumah, fasilitas umum, lahan pertanian, dan peternakan masyarakat terendam banjir. Dan ada 1.978 jiwa terdampak banjir ini. Dia pun mengharapkan pemkab dapat segera membantu masyarakat terdampak banjir berupa bantuan sembako, obat-obatan, tripolin untuk lanting terapung atau tenda pengungsian.

“Karena masyarakat sangat membutuhkan keperluan sehari-hari berupa makanan dan tempet berteduh di situasi seperti ini,” imbuhnya.

Menurutnya, mata pencaharian masyarakat seperti kebun karet, pencari rotan, dan pekerjaan lainnya tidak bisa lagi dilakukan karena banjir. Dia juga mengharapkan agar banjir yang melanda Kabupaten Barito Utara segera surut, sehingga aktibitas masyarakat kembali normal.

--page

Kecamatan Montallat

Banjir juga terjadi di sejumlah kawasan Kecamatan Montallat, yang merupakan perbatasan dengan Kabupaten Barito Selatan (Barsel).

“Dari hasil monitoring sejak Minggu siang, di Kelurahan Montallat I dan Malegoi perkiraan ketinggian air 2,5 meter. Fasilitas umum yang terendam air, yakni pustu, kantor kelurahan, dan mushola. Ada ada 12 rumah terendam air dengan ketinggian tertinggi mencapai 1,5 meter,” kata Kapolres Barito Utara, AKBP Dodo Hendro Kusuma melalui Kapolsek Montallat, AKP Fry Mayedi Sastrawan, Senin, 13 April 2020.

Sementara di Kelurahan Montallat II, banjir merendam fasilitas umum, SD, SMA Pustu, kantor kelurahan, dan mushola. Sekitar 25 rumah terendam dengan ketinggian air terdalam 0,5 meter.

Selanjutnya, Kelurahan Tumpung Laung I perkiraan ketinggian air 0,5 meter. Fasilitas umum yang  terendam berupa mushola, 2 rumah dengan ketinggian air 20 cm. Dan di Kelurahan Tumpung Laung II perkiraan ketinggian air 1 meter. Tetapi belum ada fasilitas umum dan rumah warga yang terendam air.

DI Desa Sikan perkiraan ketinggian air 0,5 meter. Banjir merendam fasilitas umum mushola dan dua rumah warga. Di Desa Ruji perkiraan ketinggian air mencapai 0,5 meter. Sebuah kantor desa dan tiga rumah warga terendam air. Di Desa Rubei di perkiraan ketinggian mencapai 0,5 meter, dan ada 1 rumah warga terendam.

Sementara di Desa Pepas perkiraan ketinggian mencapai 1 meter. Ada dua rumah warga yang terendam. Di Desa Paring Lahung perkiraan ketinggian air 0,5 meter dan Kamawen perkiraan ketinggian air 20 cm, belum ada fasilitas umum dan rumah warga yang tergenang air. (RAMADHANI/B-11)