SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Selain langka dan sulit dicari di pasaran keberadaan masker juga harganya  membuat warga terus mengeluh. 

Kondisi ini dianggap kontraproduktif dengan imbauan pemerintah menginginkan agar masyarakat mengenakan masker sementara pemerintah tidak menjamin ketersediaan dan harganya di pasaran. 

Anggota Fraksi Partai Nasdem DPRD Kotawaringin Timur, Jabiden Nadeak menilai, pemerintah seakan tidak berdaya untuk menekan harga makser dipasaran ini. 

Ia mempertanyakan di mana peran pemerintah untuk itu. Seharusnya pemerintah melalui SOPD teknis turun tangan untuk memastikan harga masker serta  sabun cuci tangan dan hand sanitizer ini dalam harga yang normal.

Anggota Komisi I DPRD Kotim itu juga menyesalkan sikap oknum pedagang yang mengambil keuntungan dibalik keresahan masyarakat itu. 

--page

"Semestinya harga  masker jangan sampai melambung tinggi sebagaimana yang kini beredar dipasaran," ucapnya, Selasa, 14 April 2020.

Dia mengakui penjualan masker di tengah bencana dengan harga tinggi ini bisa dipolisikan kalau memang sengaja menjual dan menimbun masker karena kondisi sekarang ini adalah bencana.

Ia berharap para oknum itu bisa terketuk pintu hatinya agar mendistribusikan masker serta alat pengaman diri (APD) kepada masyarakat untuk melindungi diri. 

Bukan saatnya sekarang cari untung , ini urusan bagaimana menyelamatkan nyawa manusia dan sesama. Mengingat langkah pertama yang harus dilakukan ini adalah mengamankan masyarakat yang msih belum terinfeksi ini. (NACO/B-5)