BORNEONEWS, Buntok – Disnakertrans Barito Selatan baru data 168 pekerja terdampak Virus corona Disease 19 atau COVID-19.
Kepala Disnakertrans Barsel, Agus In’yulisu menjelaskan pihaknya hanya bertanggung jawab menghimpun data tenaga kerja yang terkena PHK, dirumahkan dari sektor formal, seperti PBS, BUMN ataupun BUMD.
“Kita hanya pekerja mendata bidang formal, seperti PBS, BUMN dan BUMD, seperti perusahaan Palopo, Adaro dan lain sebagainya,” kata Agus in’yulius kepada Borneonews, Selasa, 14 April 2020.
Ia mengatakan, bagi karyawan yang di PHK atau dirumahkan, langsung didaftarkan kartu prakerja.
Sementara bagi masyarakat pra sejahtera dan dari sektor informal dari dinas terkait untuk mendapatkan bantuan, baik itu sembako, stimulan usaha ataupun BLT.
--page
Ia pun meminta kepada seluruh masyarakat, baik itu masyarakat pra sejahtera, UMKM ataupun karyawan yang di PHK/dirumahkan akibat Covid-19, untuk segera melaporkan dirinya masing-masing ke sekretariat bersama empat dinas di Disnakertrans Barsel.
“Kami minta kepada masyarakat, terutama karyawan yang di PHK serta dirumahkan, bisa proaktif melaporkan ke kami, baik itu langsung ke kantor maupun via sambungan telepon,” beber dia.
Ia menyebutkan, kartu prakerja dampak Covid-19 ini, merupakan program kerja Menko Perekonomian RI. Provinsi Kalimantan Tengah sendiri, diberikan kuota kartu prakerja sebanyak 49.472.
Yang akan dibagikan jatah kepada masing-masing Kabupaten dan kota sesuai dengan jumlah data yang berhasil dihimpun.
Melalui program ini, sambung dia, para karyawan yang di PHK/dirumahkan oleh perusahaan tempatnya bekerja, nantinya diberikan bantuan dana sebesar Rp3,5 juta per orang yang dibagi selama empat bulan.
--page
“Atau dana yang bisa dicairkan setiap bulannya adalah sebesar Rp 600 ribu,” ucap dia. (URIUTU DJAPER/B-5)







