BUNTOK –


BORNEONEWS, Buntok - Tercatat sekitar delapan ribu Kepala Keluarga atau KK di Barito Selatan pendapatannya mengalami menurun akibat dampak pandemi Corona Virus Disease 19  atau COVID-19.


"Sebanyak delapan ribu KK tidak bisa bekerja akibat dampak pendemi COVID-19 tersebut yakni petani karet, petani rotan dan usaha mikro kecil dan menengah,” kata Bupati Barsel Eddy Raya Samsuri kepada Bornonews, Selasa, 14April 2020.

Ia mengatakan, hal tersebut juga diperparah karena karet dan rotan tidak ada yang membeli baik dari pembeli lokal maupun pembeli dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

"Kita akan berkoordinasi dengan Gubernur Kalteng untuk mencari solusi membantu para petani karet dan rotan agar getah karet dan rotan milik petani ada yang membelinya," ucap dia.

Menurutnya, sektor formal swasta dari usaha kecil dan menengah yang karyawannya dirumahkan hingga saat ini tercatat sebanyak 15 orang, dan dari sektor industri perhotelan, pariwisata dan sektor lainnya tercatat sebanyak 153 orang.

--page

"Kita terus melakukan pendataan terhadap karyawan yang dirumahkan tersebar dienam kecamatan di Barito Selatan ini," ucap dia..

Menurut dia, sebanyak delapan ribu KK yang tidak bisa bekerja akibat pendemi COVID-19 yang tersebar dienam kecamatan di daerah ini rencananya disalurkan kartu pra kerja dan sembako untuk meringankan beban mereka.

"Kita juga nantinya akan menyalurkan bantuan beras yang rencananya disalurkan untuk masing-masing kecamatan antara 5 sampai 10 ton beras, dan kita berharap dengan bantuan tersebut bisa meringankan beban mereka," harap dia. (URIUTU DJAPER/m)