TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Sejak 2017, Kepala Desa Tampa, Kecamatan Paku, Dubinata memperjuangkan Rantau Pusi yang merupakan bagian dari desa yang dipimpinnya agar teraliri listrik.

Rantau Pusi sebenarnya hanya sebuah RT, namun jaraknya yang mencapai 3 kilo meter dari pusat Desa Tampa atau jalan provinsi membuat RT tersebut sulit terjangkau jaringan listrik PLN.

Kini setelah 76 tiang distribusi terpasang menuju Rantau Pusi dengan jarak 3.200 meter, 32 kepala keluarga atau KK yang tinggal di sana akan segera menikmati listrik seperti warga lainnya di Desa Tampa.

"Selama 3 tahun saya mengajukan proposal ke bupati, ke DPRD provinsi dan ke Dinas Perumahan dan Permukiman Kalteng, saya sempat dianggap gagal mengurus sebagian dari wilayah Desa Tampa ini," kenang Dubinata saat ditemui di sela kegiatan padat karya tunai di Desa Tampa, Rabu 15 April 2020.

Dia begitu bersyukur karena pemerintah kabupaten maupun provinsi mendukung apa yang diperjuangkannya bagi warga desa yang dipimpinnya.

--page

"Saya berterima kasih kepada Bupati Barito Timur maupun pemerintah provinsi yang telah merealisasikan apa yang menjadi usulan saya dalam beberapa tahun ini," imbuhnya.

Menurutnya, jika tidak ada halangan maka awal bulan depan listrik sudah dapat menyala di rumah warga karena saat ini instalasi di rumah-rumah warga sudah terpasang, tinggal menunggu pemasangan jaringan distribusi.

Dubinata berharap dengan masuknya jaringan listrik ke Rantau Pusi atau RT 07 bisa meningkatkan taraf hidup warga.

"Nanti mereka bisa beraktivitas hingga malam hari dan memanfaatkan listrik untuk hal-hal yang produktif," ucapnya.

"Setelah sambungan listrik masuk, warga juga harus melakukan kewajibannya untuk membayar listrik secara teratur serta ikut merawat jaringan distribusi," pungkasnya. (BOLE MALO/B-6)