BORNEONEWS, Palangka Raya - Dampak dari Covid-19 bukan hanya bagi perkembangan ekonomi, namun juga dirasakan oleh PMI Kota Palangka Raya. Saat ini jumlah pendonor darah berkurang sampai 60 persen.
Staf Administrasi PMI Kota Palangka Raya Andi Kurniawan menyampaikan, hal itu terjadi karena saat ini kegiatan mobil unit juga sudah hampir tidak ada,. Selain juga tidak bisa mengumpulkan orang untuk mendonor.
"Karena kegiatan di lapangan tidak ada jadinya stok untuk darah juga berkurang," katanya, di Palangka Raya, Rabu, 15 April 2020
Ia menambahkan, untuk pendonor darah tersebut kebanyakan dari keluarga yang sakit. Jadi untuk menghitung golongan darah mana yang banyak dicari tersebut tidaklah menentu.
"Kita di sini buka 24 jam. Jadi siapapun yang mau mendonorkan darahnya silakan kemari. Kami menawarkan snack bagi masyarakat yang mau mendonorkan darahnya berupa biskuit, vitamin, dan kacang hijau," tuturnya.
--page
Selain itu, untuk orang yang mendonorkan darah dalam satu hari paling banyak sekitar 20 orang untuk hari ini.
"Darah yang disumbangkan oleh pendonor untuk golongan darah A ada delapan, untuk golongan darah B ada enam, untuk golongan 0 ada delapan, dan untuk Golongan darah AB ada empat," tutupnya.(NOPRI/m)








