SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Pemkab Sukamara berharap dampak corona virus disease tidak menyebabkan batal atau terhambatnya kelanjutan pembangunan Jembatan Jelai.

"Mudah-mudahan tidak kepotong anggarannya, karena sampai sekarang kita belum terima informasinya," harap Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Pemukiman (PUPR-Perkim) Sukamara, Agus Mulyanto, Rabu, 15 April 2020.

Menurutnya, kelanjutan pembangunan jembatan tersebut memang sangat diharapkan masyarakat, sehingga mempermudah akses warga untuk bepergian kedaerah Kalimantan Barat, maupun sebaliknya.

"Tahun ini kita memang mendapat dana bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebesar Rp 10 Miliar, kita tidak tahun apakah dampak covid-19 ini anggarannya ikut terpotong atau tidak," tutur Agus.

Diketahui, anggaran yang digelontorkan tersebut rencananya diproyeksikan untuk menyelesaikan satu bentang jembatan tersisa dan oprit ke wilayah Kalimantan Barat. 

--page

"Jembatan ini merupakan kebutuhan masyarakat Kalteng dan Kalbar, sehingga upaya lanjutan pembangunan terus dilakukan oleh kedu abelah pihak," tukasnya. (NORHASANAH/B-5)