BORNEONEWS, Nanga Bulik - Sebanyak 31 santri asal Kabupaten Lamandau yang baru tiba dari Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), langsung diarahkan menuju RSUD Lamandau untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan sebelum mereka diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing, Rabu 15 April 2020. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan standar operasional prosedur (SOP) penanganan Covid-19.
"Sebagai salahsatu upaya dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Lamandau, kita terapkan SOP penanganan Covid-19 bagi warga yang baru datang dari zona merah. Apalagi yang datang kali ini dalam jumlah banyak," kata Bupati Lamandau H Hendra Lesmana.
Bupati Hendra Lesmana yang juga ketua gugus tugas Covid-19 kabupaten Lamandau berharap agar semua pihak dapat terima dengan langkah yang diambil. Menurutnya, penerapan SOP penangann Covid-19 yang dilakukan semata-mata demi kebaikan bersama.
Diketahui, saat menjalani pemeriksaan kesehatan, 31 santri itu mengukuti berbagai tahapan, mulai dari pencatatan data diri, dimintai keterangan tentang riwayat perjalanan dan riwayat kesehatan, keluhan kesehatan yang dirasakan hingga pemeriksaan suhu tubuh dengan menggunakan thermo gun.
Saat pemeriksaan berlangsung, tim medis RSUD Lamandau juga menerapkan SOP penanggulangan Covid-19, mereka mengenakan alat pelindung diri (APD) medis yang lengkap, bahkan pemeriksaan juga dilakukan satu demi satu secara bergiliran di ruang isolasi yang telah disiapkan khusus.
--page
Diketahui, santri yang mudik dari Kalsel itu berjumlah 31 orang, meliputi 19 orang perempuan dan 12 laki-laki. Mereka mudik secara bersama-sama seiring dengan diliburkannya aktivitas belajar-mengajar di pondoknya tersebut.
19 santriwati (perempuan) pulang dengan menggunakan bus, sedangkan untuk santriwan (laki-laki) menggunakan empat unit mini bus karena merupakan gabungan dengan pemudik dari kabupaten Sukamara.
(HENDI NURFALAH/B-5)








