BORNEONEWS, Kuala Kurun - Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM Tirta Bahalap Kuala Kurun mengalami penurunan pendapatan akibat dari dampak penyebaran virus corona atau Covid-19.
"Selama wabah virus corona ini pendapatan mengalami penurunan. Perbandingannya pada bulan Februari dan Maret 2020, yang turun cukup signifikan capai 20 persen," kata Direktur PDAM Tirta Bahalap Kuala Kurun, Guntur J. Ruben, Rabu,15 April 2020.
Faktor utama yang mengakibatkan pendapatan PDAM menurun diduga karena mulai melemahnya pendapatan masyarakat selama wabah Covid-19, sehingga kesadaran masyarakat untuk membayar tagihan air juga mulai menurun.
"Kebanyakan pekerjaan pelanggan kita adalah pekebun, penambang emas dan pegawai. Mungkin saja dari sisi pendapatan mereka sedang turun, tidak seperti hari-hari biasa," ungkapnya.
Kendati demikian, pihaknya akan tetap melakukan berbagai upaya. Guna meminimalisasi potensi yang mengakibatkan merosotnya pendapatan tersebut.
--page
Salah satunya dengan melakukan upaya seperti tagihan jemput bola atau dari rumah ke rumah. Sebab menurutnya apabila tidak melakukan hal itu, maka diprediksi jumlah pendapatan akan terus merosot.
Ia menambahkan bagi pelanggan yang menunggak, PDAM Tirta Kuala Kurun masih memberikan toleransi berupa surat pemberitahuan tunggakan selama 3 bulan.
"Semoga saja dengan upaya yang kami lakukan seperti jemput bola ini, masalah tersebut dapat diatasi, sehingga ke depan pendapatan PDAM Tirta Bahalap Kuala Kurun tidak terus menurun," tuturnya. (HENDRA/B-5)








