PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bertambahnya jumlah pasien positif Covid-19 menjadi delapan orang, DPRD Kobar menyarankan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kobar harus lebih perketat lagi dalam melakukan tracking dari delapan pasien tersebut.

Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kobar Bambang Suherman mengatakan, dengan bertambahnya pasien maka semakin berat tugas tim Gugus Tugas Covid-19 Kobar, sehingga harus perketat orang yang kontak dan perjalanan delapan pasien positif Covid-19.

"Arti lebih di perketat ini adalah agar keluarga yang dalan satu rumah dengan pasien yang positif maupun orang orang yang pernah kontak langsung dengan ke delapan pasien positif Covid-19 itu harus diperketat atau harus melakukan karantina," ujarnya, di Pangkalan Bun, Rabu, 15 April 2020.

Bambang Suherman sangat mengpreasi Gugus Tugas Covid-19 Kobar, yang berarti telah menjalankan tracking dengan baik terhadap rombongan Jamaah Tabligh yang pernah melakukan perjalanan ke Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Mengingat pasien positif Covid-19 ini semuanya adalah Jamaah Tabligh, langkah Gugus Tugas Covid-19 sudah sangat tepat dan cepat. Hanya perlu lebih diperketat lagi dengan karantina.

Lanjutnya, pemeberlakuan karantina agar tidak terjadi penyebaran lokal. Sementara saat ini baru ada beberapa orang yang di Karantina di rumah sakit darurat Penanganan Covid-19 yang ada di Klinik Kusuma, sementara masih ada Gedung LPTQ yang telah siap juga digunakan untuk karantina hasil tracking dari pasien positif Corona Virus.

--page


"Kita harus tegas hal itu untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Kobar," ujar Bambang Suherman.

Bambang juga menambahkan, saat ini ia pun tengah melakukan reses di desa - desa yang ada di Kecamatan Kotawaringin Lama. Dalam kesempatan reses itu, Bambang juga mengimbau kepada eks Jamaah Tabligh Gowa agar tetap taat menjalankan isolasi mandiri.

"Selalu kami mengimbau kepada masyarakat, terutama yang ODP untuk tetap sabar dalam menjalani isolasi mandiri, hingga benar tidak ada gejala," tutupnya. (DANANG/m)