PALANGKA RAYA –


BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala SMAN 5 Palangka Raya, M Ramli mengatakan saat ini siswa di sekolah tersbut masih belajar di rumah.

"Mengenai proses belajar mengajar saat ini, para siswa belajar masih tetap di rumah sesuai instruksi Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah," kata Ramli kepada Borneonews pada Rabu, 15 April 2020.

Ini dilaksanakan, menurut Ramli, dengan adanya perpanjangan waktu belajar di rumah hingga 28 April 2020.

"Pembelajaran tetap masih berlangsung dari rumah, baik secara daring maupun tugas mandiri di bawah bimbingan guru dan wali kelas. Bahkan, sesuai anjuran Kemendikbud, siswa juga kita beri tugas belajar dengan menyaksikan tayangan Belajar Bersama TVRI sesuai jadwal," tuturnya.

Dari tayangan itu, menurutnya siswa diminta membuat laporan tertulis kepada guru mata pelajaran dan atau wali kelasnya.

--page

"Oleh karena itu, kita minta partisipasi orang tua/wali untuk turut membimbing dan mengawasi aktivitas kegiatan siswa di rumahnya masing-masing," imbuhnya.

Ia menekankan, agar pembelajaran di rumah tetap berlangsung efektif meski tanpa tatap muka langsung, guru harus tetap melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh dan siswa pun juga serius belajar di bawah pengawasan orang tua/wali.

"Dengan demikian, kondisi darurat Covid-19 saat ini diharapkan tetap dapat membangkitkan inisiatif dan kreativitas kerja dan belajar bagi para guru dan siswa," tuturnya.

Selain itu, sekolah yang terposisi di Jalan Tingang Km 3,5 Palangka Raya itu itu membagikan paket sembako. Bantuan ini diberikan untuk para Pegawai Tidak Tetap atau PTT dan Guru Tidak Tetap atau GTT yang berjumlah 19 orang.

"SMAN 5 Palangka Raya memahami kondisi darurat korona saat ini menimbulkan dampak di segala aspek. Oleh karena itu, kepedulian seberapa pun ukurannya mesti diwujudkan," kata Ramli lagi. (TESTI PRISCILLA/m)