BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kotawaringin Timur, Muhammad Arsyad mengajak masyarakat memerangi bersama Covid-19 ini. Terkait itu, harus ada gerakan masif di lapangan, tidak hanya sekadar gerakan biasa.
Arsyad bahkan turun tangan melakukan aksi pencegahan di lapangan bersama warga. Seperti melakukan aksi penyemprotan disinfektan ke permukiman di daerah pemilihannya.
Muhammad Arsyad cenderung lebih menjaga pelosok desa, karena arah penyebaran wabah ini nampaknya dari kota ke desa. Sehingga penyemprotan densifektan sesuai dengan arahan itu perlu dioptimalkan di daerah-daerah pelosok yang berstatus zona hijau.
"Saat ini yang rentan tertular itu juga ada di pedesaan," kata politisi Partai Golkar tersebut, Kamis, 16 April 2020.
Warga bahkan kerap mengabaikan protokol kesehatan. Sementara arus masuk keluarnya manusia di desa itu tidak terpantau dengan baik.
--page
"Seperti ibu-ibu yang berbelanja juga tidak mengenakan masker pengaman," kata Arsyad.
Dia menambahkan, seharusnya jangan dibiarkan pembeli bergerombol di mobil atau sepeda motor yang membawa dagangannya. Karena itu rawan dan harus jaga jarak/
Dia berharap Gugus Tugas Covid-19 di kecamatan dan desa memperketat pengawasan. Mobilitas warga harus dipantau, apalagi yang datang dari daerah terpapar Covid-19.
Selain itu, kepala desa harus aktif untuk urusan ini, karean jika wabah itu terlanjur menginfeksi satu saja warga, maka satu desa bisa menjadi ODP. (NACO/B-11)








