BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tim Covid-19 RSUD Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun, kembali melakukan SWAB dan Serum test kepada 6 pasien yang telah datang ke RSSI Pangkalan Bun, Jumat, 17 April 2020.
Proses swab ini melibatkan dokter, perawat isolasi, dan petugas laboratorium.
Dirut RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dr Fahruddin menyampaikan membenarkan hal tersebut. Menyatakan bahwa ada 6 pasien yang tadi diperiksa Swab dan Serum Test.
Sementara itu, Ketua Tim Covid-19 RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dr. Aziz, mengatakan, bahwa yang dideteksi positif dalam rapid test belum tentu juga akan terkonfirmasi positif Covid-19.
"Rapid test fungsinya adalah screening awal dan kalaupun hasilnya positif, bisa saja antibodi yang dideteksi oleh alat merupakan antibodi virus corona jenis lain yang sudah dibentuk oleh tubuh," ujarnya.
--page
Ia mengaskan, rapid test bukan standar untuk deteksi Covid-19 tapi cukup untuk screening awal. Serta belum pasti yang positif di rapid test itu menderita Covid-19, tidak demikian. Akan tetapi bisa jadi dia mendeteksi antibodi untuk virus corona yang lain seperti SARS atau MERS. Jadi konfirmasi presisi harus di swab PCR
"Meski demikian rapid tes tetap memiliki efektifitas deteksi dini untuk kepentingan tracking berikutnya," tegasnya. (DANANG/B-5)








