BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pemerintah kabupaten Lamandau tengah berupaya merealisasikan berbagai program bantuan sosial (Bansos) dalam upaya percepatan penanganan dampak Covid-19.
Sederet program bansos hadir dalam menyikapi gejolak sosial maupun ekonomi yang ditimbulkan akibat wabah Covid-19, baik program yang sumbernya dari pemerintah pusat melalui kementrian terkait, dari pemerintah provinsi Kalteng, termasuk juga beragam program bansos yang digulirkan Pemkab Lamandau sendiri.
Diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten Lamandau Hj Endang Rustiningsih, program bansos yang diluncurkan dalam menyikapi dampak Covid-19 jika dibagi sesuai sumbernya meliputi, bantuan sosial tunai (BST), bantuan pangan non-tunai (BPNT), program keluarga harapan (PKH), program Kartu Sembako hingga bantuan langsung tunai (BLT). Semua itu bersumber dari pemerintah pusat dengan pemerima manfaat atau sasaran yang variatif.
"Untuk Bansos Kalteng Berkah hingga kini masih menunggu kepastian tentang jenis bantuan yang akan disalurkannya, tapi peruntukannya adalah masyarakat terdampak Covid-19 dengan kriteria tertentu diluar penerima program BPNT dan PKH. Realisasinya direncanakan awal bulan ramadan, " kata Endang.
Selain itu, dalam merespon kondisi saat ini pemkab Lamandau sendiri meluncurkan beragam program 'social safety net' (jaring pengaman social), mulai dari menyebar 20 ribu masker gratis yang sudah dimulai dan kini masih berlangsung, program paket sembako gratis untuk 2.232 keluarga miskin non penerima BPNT dan PKH yang hari ini dimulai.
--page
"Termasuk juga program pasar murah tersasar yang akan menyediakan 30 ribu paket sembako dengan diskon harga 50 persen (subsidi) yang akan digulirkan di awal ramadan," katanya.
Selain beberapa program bansos itu, direncanakan masih ada banyak program bansos lainnya seperti halnya Bantuan Padat Karya Tunai (Kementrian Desa), bahkan orogram Kartu Pra Kerja. (HENDI NURFALAH/B-7)








