BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi B Bidang Perekonomian dan Pembangunan DPRD Kota Palangka Raya, Heri Purwanto mendorong pemerintah setempat untuk memperhatikan nasib petani yang terdanpak Covid-19.
"Pandemi Covid-19 kini telah berdampak kepada para petani, terutama bagi mereka yang bertani di Kecamatan Sebangau dan Bukit Batu mereka perlu diperhatikan," katanya, Jumat 17 April 2020.
Ia mengatakan, para petani yang memasok sebagian bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat Kota Cantik kini mulai mengeluhkan turunnya jumlah pembeli selama pandemi dalam beberapa bulan terakhir ini.
Hal ini menyusul adanya kebijakan pemerintah memberlakukan jaga jarak sosial, mengurangi perjalanan, menghindari keramaian, menutup berbagai fasilitas umum serta bentuk kepedulian lainnya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
"Ini secara tidak langsung berdampak pula membuat konsumen yang biasa berbelanja ke pasar turut menurun jumlahnya,”ucapnya.
--page
Legislator Partai Hanura yang bermukim di Kelurahan Kalampangan ini menuturkan, jika sebelumnya para petani mulai berjualan di pasar subuh pada pukul 4 sore hingga pukul 6 pagi, kini sudah mulai membatasi jam berjualan.
“Kalau untuk pasokan bahan kebutuhan pokok, saat ini tidak ada masalah. Hasil panen masih sangat baik. Hanya saja penurunan jumlah pembeli membuat para petani kesulitan menjual barang hasil taninya, ini yang perlu dipertimbangkan dengan kebijakan tepat," pungkasnya. (HENDRI/B-7)








