JAKARTA –

INILAHCOM, Jakarta - Situasi pandemi virus Corona atau Covid-19 yang tengah diperangi seluruh dunia, berdampak pada kegiatan ekonomi dalam waktu dekat. Sebagian besar bisnis sudah mulai terdampak, baik perusahaan besar maupun bisnis mikro.

Hal ini dapat membuat beberapa bisnis besar maupun menengah mengalami perlambatan tingkat pertumbuhan atau bahkan tidak ada pertumbuhan sama sekali. Lebih lanjut, dampaknya akan jauh lebih dalam bagi usaha mikro karena kurangnya cadangan kas.

Amar Bank dengan produk unggulannya Tunaiku, berkomitmen untuk membantu usaha mikro agar dapat bertahan melewati bulan-bulan yang yang sulit pada kuartal kedua ini,

"Kami siap untuk membantu meringankan beban pengusaha mikro dan tidak akan membiarkan usaha mikro turun," ujar Vishal Tulsian, Presiden Direktur Bank Amar, Jakarta, Jumat 17/4/2020).

Menurut Vishal, kinerja perekonomian akan membaik di kuartal ketiga, "Kami optimis untuk menggenjot kinerja di kuartal ketiga. Untuk saat ini Amar Bank memiliki rasio kecukupan modal (CAR) yang kuat yakni lebih dari 45%, sehingga kami dapat menyerap setiap risiko yang potensial akibat dampak dari Covid-19," ujar dia.

--page

Di sisi lain, untuk meminimalkan risiko dampak virus corona, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan pada level 4,5%. Menanggapi hal tersebut, Vishal menilai bahwa penurunan suku bunga lebih lanjut tidak diperlukan saat ini.

"Saat ini yang dibutuhkan adalah restrukturisasi pinjaman usaha mikro dan yang saya amati semua bank sudah mengambil langkah tersebut. Amar Bank sendiri berkomitmen untuk mendukung penuh ekosistem bisnis, kami optimis akan ada banyak peluang pasca situasi krisis kesehatan ini, yang terpenting adalah sinergi semua pihak untuk saling meringankan beban di kuartal kedua ini untuk nanti bersama-sama kembali mengejar pertumbuhan di kuartal ketiga," tutupnya.

Sebelumnya, LPS menyatakan secara umum kondisi perbankan masih stabil yang ditunjukkan oleh beberapa indikator industri perbankan per Februari 2020 diantaranya tingkat permodalan mencapai 22,27%, kondisi likuiditas yang relatif cukup dengan LDR mencapai 91,76%. Sementara ROA terpantau di level 2,46%.

Selain itu, simpanan juga masih menunjukkan pertumbuhan year on year positif yakni sebesar 7,77%, bahkan data harian di akhir Maret 2020 memperlihatkan peningkatan pertumbuhan menjadi 9,79% secara year on year (yoy). [ipe/INILAHCOM]