SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Pemkab Sukamara akan mencari solusi bagi pedagang makanan terkait dibatalkannya pelaksanaan pasar ramadan tahun ini.

Dengan banyak mengingat UMKM yang mendaftar untuk berjualan, pemerintah berencana akan mengalihkan anggaran kegiatan untuk pedagang.

"Dengan diurungkannya kegiatan pasar ramadan ini, tentunya juga harus dengan solusi," kata Wakil Bupati Sukamara, H Ahmadi, Sabtu, 18 April 2020.

Soluasi yang diberikan kepada pelapak yang telah mendaftar di pasar ramadan masih perlu dibicarakan, sehingga ada titik terang bagi para pedagang takjil.

"Ini masih kita bicarakan solusinya," ujarnya.

--page

Menurut Ahmadi, anggaran yang digunakan untuk kegiatan pasar ramadan kemungkinan akan dialihkan untuk membantu pedagang makanan, namun hal tersebut masih perlu dibahas terlebih dahulu.

"Jadi anggaran untuk membuat lapak itu setiap tahunnya itu ada, anggaran itu mungkin bisa menjadi solusinya, tetapi urusan teknisnya akan diurus oleh Dinas Pedagangan," terangnya.

Pembatalan pelaksanaan pasar ramadan karena adanya penolakan dan masukan yang disampaikan kepada pemerintah daerah, mengingat dengan adanya perkumpulan akan rentannya penularan covid-19.

"Pada intinya kita jangan sampai lengah karena zona hijau ini, sehingga daerah kita ini harus tetap dijaga," tukasnya. (NORHASANAH/B-5)