BORNEONEWS, Buntok - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau Disnakertrans Kabupaten Barito Selatan terus melakukan pendataan terhadap warga penerima kartu prakerja.
"Kita mendata sebanyak mungkin warga khususnya para pekerja baik buruh, karyawan, dan pekerja yang dirumahkan karena dampak pandemi corona virus disease 19 atau COVID-19," kata Kepala Disnakertrans Barito Selatan, Agus In'yulius, Senin, 20 April 2020.
Pendataan dilakukan agar mereka yang terdampak akibat pandemi COVID 19 ini bisa mendapatkan kartu pra kerja sekaligus meningkatkan kompetensi buruh, pekerja selama dirumahkan atau di PHK.
Karena kartu prakerja tidak hanya membantu dari segi finansial, namun juga untuk meningkatkan kompetensi buruh dan pekerja yang dirumahkan atau di PHK.
Kalimantan Tengah dapat jatah kartu prakerja 49.472 orang dan jika dibagi rata, maka setiap kabupaten minimal dijatah 3.500 orang.
--page
Jadi pihaknya yang tergabung dalam sekretariat bersama empat dinas berusaha memasukkan sebanyak mungkin agar paling tidak bisa mencapai 3.500 atau bahkan lebih dari jumlah itu.
"Untuk gelombang pertama pendaftarannya ditutup. Hari ini, 20 April 2020 pendaftaran gelombang kedua dibuka kembali,” jelasnya.
Syarat untuk bisa mendapatkan kartu pra kerja itu yakni usia minimal 18 tahun, tidak sekolah atau kuliah, memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan memiliki akun email.
Sedangkan sasarannya tidak hanya masyarakat Barsel yang terdampak pandemi COVID 19 saja, tapi juga terhadap mereka yang belum dan akan mencari kerja.
Bagi mereka yang mendapatkan kartu prakerja akan diberikan insentif Rp 600 ribu ditambah Rp 1 juta untuk membeli modul untuk meningkatkan kompetensi, dan keahlian pada bulan pertama.
--page
Sedangkan pada bulan kedua, ketiga dan keempat, mereka yang mendapatkan kartu prakerja akan mendapatkan insentif Rp 650 ribu dalam setiap bulannya. (URIUTU DJAPER/B-6)








