SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), M Abadi mengingatkan masyarakat untuk tidak main-main dengn kondisi sekarang. 

Dia menegaskan jangan banyak berharap dari pemerintah untuk memperhatikan segala aspek kehidupan maka dari itu dia meminta agar masyarakat  mulai secara mandiri menanam semua lahan kosong.

"Jangan main-main, masyarakat harus persiapkan diri hadapi kemungkinan terburuk," kata Abadi, Senin, 20 April 2020.

Penyediaan tanaman pangan secara mandiri ini untuk mengantisipasi ketahanan pangan di setiap keluarga untuk menghadapi wabah ini dalam kondisi terburuk. 

“Masyarakat harus sadar bahwa sekarang sudah saatnya kita berbuat untuk keluarga dan diri kita sendiri," tegasnya.

--page

Dia menyebutkan kondisi saat ini memang masih dalam katagori aman khususnya persedian beras dan lain sebagainyan, tapi jika PSBB sampai diterapkan apakah pemerintah kabupaten mampu dan masyarakat sanggup tidak mematuhinya

Saat kebiajakan PSBB ini pemerintah wajib menyediakan kebutuhan masyarakat terutama untuk bahan pokok. Kondisi ini yang harus diwaspadai.

Abadi juga menilai dengan kebijakan terbaru dari pemerintah kabupaten setempat yang baru saja mewajibkan seluruh perusahaan untuk mempersiapkan tanaman pangan bisa dikatakan terlambat.

Sektor ketahanan pangan menjadi program skala prioritas dari pemerintah daerah. “Padahal yang sudah ada dibangun pabrik itu  wajib IUP-P dan penyedian bahan baku 20 persen dan harus mengembangkan jenis pangan oleh perusahaan itu,” tandasnya. (NACO/B-6)