BORNEONEWS, Sampit - Aktivitas arus lalu lintas menggunakan sarana bus hampir tidak beroperasi lagi setelah corona virus disease atau Covid-19 masuk ke Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Bahkan sejumlah agen di Terminal Patih Rumbih, Sampit memilih tutup. Itu ditegaskan Kepala UPTD Terminal Patih Rumbih Sampit, Khurnain, Senin, 20 April 2020.
"Damri, Logos, Yessoe, dan Agung Mulya sejak Covid-19 menutup agen mereka yang ada hanya pengiriman barang saja. Penumpang juga sepi, tadi ada agen buka sebentar saja habis itu tutup," katanya.
Khurnain menyebut saat ini aktivitas terminal masih berjalan melayani kedatangan penumpang saja. Bahkan tidak sebanyak biasanya menjelang bulan puasa.
"Biasanya sehari sampai 10 bus saat seperti sekarang dekat puasa dan setiap bus bisa 20-30 penumpang. Sekarang hanya 1 bus itu isinya paling banyak 5-8 orang saja. Bahkan kadang hanya 1 orang saja dan kadang juga tidak ada," tukasnya.
--page
Penumpang yang terkadang datang menurutnya hanya dari wilayah Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat. Sementara untuk yang dari Palangka Raya dan Banjarmasin tidak ada.
"Normal lagi kemungkinan jika kondisi sudah stabil. Saat ini jika ada penumpang dibatasi tidak bisa full sesuai intruksi pemerintah," tandasnya. (NACO/B-6)








