BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kotim Handoyo J Wibowo menyarankan agar persiapan Alat Pengaman Diri (APD) di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Murjani harus ditingkatkan.
“Saya ada beberapa pengaduan dari berbagai pihak bahwasanya perawat ataupun petugas medis yang ada di IGD itu masih rawan," kata Handoyo, Selasa, 21 April 2020.
Padahal mereka petugas IGD adalah barisan terdepan untuk melayani masyarakat. Di situ baik itu pasien yang sudah terpapar atupun belum.
Menurut Ketua Badan Pembntukan Peraturan Daerah (Bapemperda) ini jangan sampai ada perbedaan tingkat pengamanan di daerah UGD ini.
Semua perawat dan dokter hendaknya bisa menggunakan APD yang lebih baik lagi. Disatu sisi juga kadang pasien tidak jujur dengan keluhan yang dialaminya ketika ditanyakan dokter ataupun perawat.
--page
“Dari itu kalau anda sakit masuk rumah sakit ingin dirawat medis sampaikan keluhan dan gejala pada diri anda. Jadi jangan sampai karena menutupi akibatnya satu rumah sakit tertular virus dan kalau begitu siapa lagi yang akan menangani pasien-pasien lainnya," tegasnya.
Begitu juga untuk Pemkab Kotim, hendaknya mereka yang bertugas diseluruh tenaga medis RSUD Murjani hingga rumah sakit pratama atau puskesmas bisa mendapatkan isentif yang sepadan.
Kenaikan insentif dari pemerintah semasa Covid-19 ini jangan sampai menimbulkan kecemburuan sosial diantara para medis yang bertugas.(NACO/B-5)








