BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kota Palangka Raya menemukan belasan kabar bohong atau hoaks tentang Covid-19 yang tersebar di kalangan masyarakat.
"Sejak February sampai 13 April 2020 ditemukan 13 kasus kabar bohong mengeneai Covid-19 di wilayah Palangka Raya," Kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kota Palangka Raya, Gunawan Abel, Senin 21 April 2020.
Isu hoaks ini ditemukan dari berbagai macam jenis sosial media seperi Facebook, Instagram, Twiter hingga aplikasi chating seperti Whatsapp.
Beredarnya informasi yang tidak terklarifikasi itu pun cenderung tidak dicermati oleh pengguna sosial media dan langsung dibagikan tanpa mengetahui fakta kebenarannya.
"Tidak ada cek fakta tidak disaring dulu langsung dibagikan saja yang akhirnya informasi bohong menjadi tersebar," tuturnya.
--page
Jajaranya kata dia, terus melakukan pemantau terhadap berbagai sosial media khususnya di wilayah Kota Cantik. Jika ditemukan informasi tersebut berpotensi kebohongan maka dilakukan tindakan. (HENDRI/B-6)








