NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Lamandau berkolaborasi menyalurkan bantuan sembako gratis bagi mualaf dan guru ngaji di Kelurahan Nanga Bulik dan Desa Kujan, Kecamatan Bulik.

Pemberian sembako sebagai respon dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 saat ini yang bersamaan dengan akan tibanya bulan Ramadan 1441 hijriyah/2020.

"Mualaf dan guru ngaji menjadi fokus kita saat ini karena mereka merupakan kalangan yang juga sangat terdampak wabah Covid-19," ungkap Ketua BKPRMI Lamandau H Abdul Basir Abbas, di Nanga Bulik, Selasa 21 April 2020.

Basir menyebutkan, meskipun sembako yang dibagikannya tidak memiliki nilai sebanding keikhlasan dan khidmat tanpa batas para guru ngaji, namun yang dilakulan MUI dan BKPRMI sebagai bentuk keprihatinan yang diharapkan dapat meringankan beban dalam menjalani situasi seperti saat ini. 

"Apa yang disampaikan ini hanyalah bentuk keprihatinan. Kita pun dapat rasakan sendiri bahwa pandemi (covid-19) ini sangat berdampak sekali. Apalagi sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan," tutur Basir yang juga sebagai Sekretaris MUI Lamandau itu. 

--page

Diketahui, bantuan yang diberikan MUI dan BKPRMI Lamandau tersebut adalah 50 paket sembako gratis. Tak hanya itu, mereka juga menyalurkan alat pelindung diri (APD) berupa masker sebanyak 500 lembar. (HENDI NURFALAH/m)