NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bantuan benih jagung gratis dari pemerintah pusat untuk puluhan kelompok tani di Lamandau diharapkan dapat menopang ketersediaan pangan saat pandemi Covid-19.

Ini merupakan program peningkatan produksi, produktivitas dan mutu hasil tanaman pangan pada kegiatan pengelolaan sistem penyediaan benih tanaman pangan perbenihan. 

"Kita tidak tahu sampai kapan wabah Covid-19 ini terjadi, semoga hasil program penanaman benih jagung ini nantinya dapat menopang ketersediaan pangan kita," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distakan) Kabupaten Lamandau, Tiryan Kuderon, di Nanga Bulik, Selasa 21 April 2020.

Deron, panggilan Tiryan Kuderon, menyebut adanya bantuan benih jagung sebanyak 5.325 kg dari pemerintah pusat diproyeksikan dapat menopang ketersediaan pangan non-beras di masa pandemi Covid-19. 

Terlebih jenis benih jagung yang telah disebar kepada puluhan kelompok tani atau poktan dan gabungan kelompok tani di Lamamdau itu memiliki kualitas cukup baik dengan masa tanam terbilang singkat, yakni sekitar 75 hari. 

--page

"Meskipun bantuan benih jagung ini bukan program untuk penanggulangan dampak Covid-19, tapi pada situasi seperti ini tentu saja kita harapkan hasilnya nanti bisa jadi andalan dalam memenuhi kebutuhan pangan di Lamandau," harap dia. 

Deron menyebutkan, Lamandau baru saja mendapat bantuan benih jagung sebanyak 5.325 kg. Setiap satu hektare (ha) lahan mendapat bantuan bibit jagung sebanyak 15 kg, dengan lahan yang siap tanam saat ini seluas 355 ha.

"355 hektare luas lahan yang ada itu adalah milik 28 poktan dan gapoktan atau gbungan kelompok tani, serta empat koperasi unit desa (KUD) di Sematu Jaya, Lamandau, Menthobi Raya, Bulik dan Bulik Timur," ujarnya. 

Mantan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau itu menambahkan, benih jagung unggul yang dibagikan ke poktan tersebut merupakan jenis benih F1 atau label umum. (HENDI NURFALAH/m)