NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bupati Lamandau H Hendra Lesmana memastikan bahwa 12 santri asal Lamandau yang baru mudik dari salah satu pondok pesantren di Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, akan diminta mengikuti pengambilan sampel swab. 

"Saat ini tercatat ada 12 santri kita (Lamandau) yang baru tiba dari Temboro (Jawa Timur). Nanti semuanya akan kita ikutkan untuk diambil sampel swab di Pangkalan Bun untuk kemudian diuji di laboratorium," kata Bupati Hendra Lesmana yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lamandau itu, saat dikonfirmasi, Selasa 21 April 2020 malam. 

Langkah itu sebagai upaya pencegahan dini dalam mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19 dari warga yang memiliki riwayat perjalanan dari zona merah. 

Terlebih, kata Hendra, cluster Temboro saat ini telah menjadi cluster baru dalam penyebaran Covid-19 di indonesia bahkan mancanegara. Seiring informasi puluhan santri Temboro asal negeri jiran Malaysia terkonfirmasi positif Covid-19 setelah pulang dari salah satu pondok pesantren di Jawa Timur itu. 

"Cluster Temboro saat ini menjadi cluster baru dalam penyebaran Covid-19 di Indonesia bahkan mancanegara. Sehingga yang pulang dari Temboro, termasuk warga Lamandau, sudah otomatis berstatus sebagai orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19," jelasnya. 

--page

Hendra Lesmana berharap agar langkah pemkab dan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lamandau dapat dimengerti oleh semua pihak, utamanya keluarga para santri, karena langkah pemeriksaan sampel swab itu dilakukan hanya demi kebaikan bersama. 

"Saya harap keluarga para santri dapat tetap tenang dan memaklumi langkah yang diambil. Protokol pencegahan penyebaran Covid-19 harus terus berjalan dan harus kita maknai sebagai upaya bersama menyelamatkan kita semua, khususnya anak-anak kita tercinta," tukas Bupati Hendra. (HENDI NURFALAH)