LAMANDAU –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Sebanyak 10 dari 12 santri asal Lamandau yang baru mudik dari salah satu pondok pesantren di Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, telah ikuti rapid test corona, Rabu 22 April 2020. 

Rapid test dipusatkan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) area Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Lamandau, Komplek Perkantoran Bukit Hibul. 

"Sepuluh dari 12 santri kita (Lamandau) yang baru pulang dari pondok pesantren di Temboro (Jawa Timur), sudah mengikuti rapid test yang diadakan pemkab Lamandau hari ini, hasilnya rapid test-nya Alhamdullah semuanya terkonfirmasi reaktif negatif (corona)," ungkap Bupati Hendra Lesmana.

Meskipun hasil rapid test mengkonfirmasi negatif corona, Bupati yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lamandau, tetap meminta agar semuanya melakukan isolasi secara disiplin, mengingat rapid test hanya merupakan deteksi dini.

"Saya minta agar adek-adek kita itu tetap melakukan isolasi secara disiplin, jalankan physical distancing dan prilaku bersih dan sehat," pintanya. 

--page

Di tempat dilaksanakannya rapid test, Kepala Bidang Pencegahan dan Penindakan Penyakit (Kabid P2P) Dinkes Lamandau, Ahmad Alfian mengungkapkan, 10 santri yang telah menjalani rapid test tersebut berasal dari dua kecamatan yakni Bulik dan Sematu Jaya. 

"Total ada 10 santriwan dan santriwati yang telah mengikuti (rapid test), mereka berasal dari dua kecamatan, delapan orang dari kecamatan Bulik dan dua lainnya dari kecamatan Sematu Jaya," katanya. 

Tindakan khusus bagi santri asal Lamandau yang baru pulang dari Temboro, Magetan, Jawa Timur itu tidak terlepas dari Temboro yang telah menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19 seiring dengan adanya informasi bahwa 43 santri Temboro asal negeri jiran Malaysia terkonfirmasi positif Covid-19 sepulangnya dari pondok pesantren.

Diketahui, sejauh ini tercatat ada 12 orang santri asal Lamandau yang baru tiba dari Jawa Timur itu. Selain dijadwalkan untuk rapid test hari ini, pemkab Lamandau juga telah berencana untuk mendaftarkan mereka melakukan pengambilan sampel swab di Pangkalan Bun untuk kemudian diuji di laboratorium Surabaya. (HENDI NURFALAH/B-5)