BORNEONEWS, Kuala Kurun - Seorang anak di bawah umur korban banjir luapan sungai di Desa Tumbang Mahuroi, Kecamatan Damang Batu, Kabupaten Gunung Mas masih belum ditemukan. Personel TNI, Polri, BPBD, dan Tagana masih melakukan pencarian.
Korban dinyatakan hilang sejak Sabtu 18 April 2020 sekitar pukul 01.00 itu. Dia merupakan warga asal Desa Tumbang Kalang, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur.
"Korban yang belum ditemukan itu berusia sekitar 3 tahun," kata Komandan Kodim 1016 Palangka Raya melalui Perwira Penghubung di Gunung Mas, Mayor Inf Wiyanyo, Kamis, 23 April 2020.
Hingga lima hari pencarian, korban belum ditemukan. Proses pencarian dilanjutkan tim Basarnas. Sementara personel TNI Polri bersama BPBD ditarik dari lokasi.
Informasi terhimpun, balita itu hilang bersamaan dengan korban atas nama indu Kris (21). Ada kemungkinan hubungan keluarga keduanya.
Pada Senin, korban Indu Kris dilaporkan sudah ditemukan dalam kondisi terendam air dan terjepit kayu besar. Proses evakuasi sempat terkendala karena keterbatasan peralatan.
--page
Dalam musibah tersebut, 9 warga Desa Tumbang Mahuroi menjadi korban luapan Sungai Mahuroi pasca hujan deras.
Hingga saat ini, 2 warga Desa Tumbang Mahuroi yang sebelumnya hilang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan satu korban masih dalam proses pencarian. (HENDRA/B-11)








