BORNEONEWS, Sampit - Dampak corona virus disease atau Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berimbas langsung terhadap ekonomi daerah. Bahkan juga akan membuat pendapatan asli daerah (PAD) mengalami penurunan dari target.
"Dampak Covid-19 ini kami perkirakan juga berpengaruh terhadap penurunan PAD, bahkan bisa mencapai 27 persen hingga 36 persen," ujar Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kotim, Marjuki, Kamis, 23 April 2020.
Dia menerangkan, pada 2020 ini, target PAD di Kotim Rp 270 miliar, namun dengan mewabahnya Covid-19, kemungkinan besar hanya bisa tercapai hingga Rp 170 miliar saja. Atau turun hingga 36 persen, namun hal itu tidak terjadi, jika wabah ini segera berakhir.
Sementara tanda-tanda penurunan drastis PAD dari sektor pajak daerah dan retribusi daerah terlihat jelas pada aktivitas ekonomi masyarakat, seperti banyaknya rumah makan, pusat perbelanjaan, hotel, losmen, parkir dan bidang lainnya yang tutup.
"Mudah-mudahan kondisi seperti ini tidak lama, sehingga perekonomian bisa bangkit kembali," kata Marjuki.
--page
Dia menerangkan target PAD terdiri dari pajak daerah Rp75 miliar, retribusi daerah Rp20.288.751.825, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp13.391.483.475 dan lain-lain PAD yang sah Rp161.319.764.700. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)








