PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Kalteng Haris Sadikin mengatakan bahwa di tengah pandemi Covid-19 saat ini semua sektor terimbas, termasuk adanya perubahan pada nasib bisnis media massa.

"Saya terenyuh ketika melihat salah satu grup WhatsApp di gawai. Pembicaraan yang awalnya sebuah canda, berubah menjadi serius. Pembicaraan seputar penyerahan bantuan dari organisasi PWI, berubah menjadi nasib bisnis media di Indonesia," kata Haris kepada Borneonews pada Kamis, 23 April 2020.

Menurut Haris, perubahan nasib bisnis media di Indonesia ini setelah keluarnya seruan Dewan Pers kepada organisasi profesi, organisasi media, dan perusahaan media.

"Seruan yang intinya meminta managemen, mengupayakan wartawan masuk sebagai penerima jaring pengaman sosial. Seruan itu bukan tanpa alasan. Bisnis media yang semakin garing, akibat terdampak coronavirus desease 2019, Covid-19," tutur Haris.

Menurut Haris, pada masa pandemi seperti ini pemasukan bisnis media semakin kecil, dan tidak sebanding dengan operasional.

--page

"Dalam diskusi WA Grup bahkan beberapa kawan mengutarakan kondisi bisnis media di provinsi masing-masing. Pemotongan gaji sampai 50 persen tidak bisa dihindari. Bahkan ada karyawan yang sudah mulai dirumahkan. Ada pula karyawan perusahaan media yang terlambat gajian. Ironisnya, persoalan itu terjadi di media yang besar. Media yang usianya cukup tua, dan mempunyai kemampuan finansial bagus," tuturnya.

Secara di atas kertas, lanjut Haris, harusnya pendapatannya sudah menguntungkan. Namun terhempas akibat pandemi covid-19.

"Tapi yang besar pun terhempas, apalagi yang kecil. Semua terdampak saat ini, termasuk media," imbuhnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)