BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kota Palangka Raya Gunawan Abel mengimbau agar masyarakat bijak menggunakan Media Sosial (Medsos).
Pasalnya, selama bencana non alam pandemi Covid-19 masuk wilayah setempat ditemukan belasan kabar bohong tentang Covid-19 yang beredar melalui medsos seperti facebook, instagram, twiter hingga whatsapp.
"Kami menghimbau agar masyarakat bijak gunakan medsosnya, saring sebelum sharing. Posting yang penting jangan yang penting posting," katanya, Kamis 23 April 2020.
Sejak February sampai 13 April 2020 ditemukan 13 kasus kabar bohong mengenai Covid-19 di wilayah Palangka Raya. Isu hoaks tersebut ditemukan dari berbagai macam jenis sosial media.
Beredarnya informasi yang tidak terklarifikasi itu pun cenderung tidak dicermati oleh pengguna sosial media dan langsung dibagikan tanpa mengetahui fakta kebenarannya.
--page
"Tidak ada cek fakta tidak disaring dulu langsung dibagikan saja yang akhirnya informasi bohong menjadi tersebar," tuturnya.
Jajaranya kata dia, terus melakukan pemantau terhadap berbagai sosial media khususnya di wilayah Kota Cantik. Jika ditemukan informasi tersebut berpotensi kebohongan maka dilakukan tindakan. (HENDRI/B-5)








