BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Riskon Fabiansyah menekankan salah satu yang terpenting dalam masa wabah Covid-19 ini adalah kejujuran setiap pasien yang datang berobat ke rumah sakit atau puskesmas.
Hendaknya pasien tidak menyembunyikan keluhan dan gejala penyakit yang ada pada dirinya kepada petugas medis
Adanya pasien yang mengakibatkan sejumlah dokter dan perawat harus diisolasi lantaran ketidakjujuran pasien saat berobat. Namun ternyata pasien tersebut positif terpapar Covid-19.
"Saya menghimbau kepada masyarakat Kotim agar terbuka dan jujur kepada tenaga medis terkait keluhan dan sakit yang diderita, dengan jujur kita telah membantu meringankan tugas dari para medis kita dan meminimaliasasi resiko bagi para medis terjangkit Covid-19," kata Riskon, Kamis, 23 April 2020.
Politi Golkar ini menyebutkan jika pasien tidak jujur ini merupakan ancaman terbaru kepada dunia medis. Perawat dan dokter sangat rentan terpapar Covid-19 apabila mereka tidak disuguhi dengan informasi dan pengakuan dari pasien.
--page
Karena kata Riskon jika para medis itu tahu maka mereka akan menggunakan APD dengan super maksimum untuk menangani pasien yang terindikasi terpapar Covid-19 itu
Saat ini keberadaan tenaga medis sangatlah penting. Mereka adalah bagian terpenting untuk penanganan wabah ini.
Jika mereka semua terisoliasi karena harus melewati protokol kesehatan karena keceroboban dari pasien lalu bagaimana dengan pasien-pasien lainnya.
"Ini mesti dipikirkan juga oleh masyarakat, saya meminta agar mindset terhadap wabah itu diubah. Siapapun yang terpapar itu bukanlah suatu aib dan dosa besar tetapi harus diakui agar masyarakat sekitar bisa menjaga diri dan wabah ini tidak meluas dan bertahan lama di daerah ini," tandasnya. (NACO/B-6)








