NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Santri asal Lamandau yang baru mudik dari pondok pesantren di Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dijadwalkan mengikuti pengambilan sampel swab Jumat 24 April 2020 ini. 

"Santri kita (Lamandau) yang beberapa hari lalu baru tiba dari Temboro (Jawa Timur) sudah kita daftarkan dan dijadwalkan untuk diambil sampel swab-nya di Pangkalan Bun," kata Bupati Hendra Lesmana saat dikonfirmasi, Jumat 24 April 2020.

Bupati yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lamandau itu menyebut, pengambilan sampel swab itu sebagai langkah antisipasi dini mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 dari warga yang memiliki riwayat perjalanan dari zona merah. 

Terlebih, kata Hendra, cluster Temboro saat ini telah menjadi cluster baru dalam penyebaran Covid-19 di Indonesia bahkan mancanegara. Ini seiring informasi puluhan santri Temboro asal negeri jiran Malaysia terkonfirmasi positif Covid-19 setelah pulang dari salah satu pondok pesantren di Jawa Timur itu. 

Rencananya, ada 10 orang santri asal Lamandau yang hari ini dijadwalkan mengikuti pengambilan sampel swab tersebut. Semuanya telah mengikuti rapid test di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Lamandau pada Rabu 22 April 2020.

--page

Diketahui, 10 santri yang mengikuti rapid test Corona yang diadakan Pemkab Lamandau kala itu hasil untuk semuanya terkonfirmasi negatif.

"Hasil rapid test-nya kemarin itu kan terkonfirmasi negatif. Semoga saja untuk uji sampel swab-nya nanti juga hasilnya negatif," harap Bupati Hendra. (HENDI NURFALAH/m)