PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Apabila ada santri Temboro - Magetan, asal Pangkalan Bun yang kembali ke kampung halamannya, supaya segera menginformasikan ke puskesmas terdekat. Karena adanya pengumuman dari Kementerian Kesehatan Malaysia yang menyebut Magetan sebagai klaster baru penyebaran virus Corona.

Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Barat H Dicky Zulkarnaen dari Fraksi Partai Nasdem mengatakan, bagi masyarakat Kobar bila ada kerabat, kolega, tetangga yang nyantri di Temboro- Magetan dan sudah pulang kampung ke Pangkalan Bun, segera menginformasikan ke puskesmas terdekat.

"Ini adalah langkah bersama kita dalam memutus penyebaran Covid-19. Bila ada santri asal Temboro, maka segera mendapat perlakukan khusus," ujarnya, di Pangkalan Bun, Jumat, 24 April 2020.

Ia menyampaikan, ada belasan santri Temboro asal Kabupaten Lamandau yang sudah mengikuti rapid test. Untuk itu masyarakat di Kobar juga harus pro aktif melaporkan, bila ada kedatangan keluarganya dari luar wilayah, terlebih dari zona merah Covid-19.

"Bila ada santri asal Temboro, saya harapkan segera diperlakukan khusus sesuai protokol penanganan Covid-19," ungkapnya.

--page

Perlunya perlakuan khusus bagi santri yang baru pulang dari Temboro-Magetan, Jawa Timur ini, seiring informasi bahwa 43 santri asal Malaysia terkonfirmasi positif Covid-19 sepulangnya dari pondok pesantren di Temboro.

"Kita harus waspada, jangan sampai ada muncul klaster baru sehingga semakin berat tugas gugus tugas Covid-19," tandasnya. (DANANG/m)