PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tenaga Psikolog Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Palangka Raya, Kila Lavina mengatakan gangguan yang disebut cabin fever bisa serang orang yang terlalu lama tidak keluar rumah seperti yang terjadi saat ini ketika semua orang diminta tetap di rumah selama pandemi Covid-19.

"Cabin Fever bisa terjadi kalau kita tidak bisa respon positif mengapa kita harus tetap di rumah saja dan apa yang harus kita lakukan untuk membuang kejenuhan," katanya, Sabtu, 25 April 2020.

Lalu apa sebenarnya gangguan cabin fever. Menurutnya istilah ini sudah umum diketahui di dunia psikologi, namun baru mulai merebak karena pandemi Covid-19 ini mengharuskan sebagian besar orang utnuk tetap berada di rumah.

"Apalagi sekarang sudah pembatasan sosial berskala besar atau PSBB yang sudah beli tiket perjalanan dan lain-lain harus dibatalkan. Kalau tidak diatasi dengan baik, bisa mengakibatkan stres pada orangnya," tutur Kila lagi.

Sementara cabin fever merupakan gangguan emosi atau perasaan sedih yang muncul akibat terlalu lama terisolasi atau terkurung di suatu tempat dalam kurun waktu yang lama.

--page

"Kalau yang sekarang terjadi ini, terlalu lama di dalam rumah saja atau tempat tertentu. Selain itu merasa terputus dari dunia luar juga bisa menyebabkan munculnya cabin fever ini," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)