BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Melihat perkembangan pasien covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Pemerintah Kabupaten Kobar terus melakukan renovasi terhadap Rumah Sakit Muhammadiyah sebagai fasilitas kesehatan alternatif penanganan wabah Covid-19.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kobar Juni Gultom menyampaikan, renovasi terhadap Rumah Sakit Muhammadiyah sebagai fasilitas kesehatan alternatif penanganan wabah Covid-19 sedang berjalan, diperkirakan selesai dalam waktu kurang dari satu minggu.
"Proses renovasi secara fisik enam hari lagi selesai, dengan kapasitasnya dapat menampung 40 pasien sekaligus," ujarnya, Sabtu, 25 April 2020.
Lanjutnya, pengerjaan saat ini proses pembersihan dan pembenahan fasilitas rumah sakit darurat tersebut.
Selain RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Pemkab Kobar juga telah menyiapkan Klinik Kusuma Pangkalan Bun dan Gedung LPTQ, sebagai rumah sakit alternatif penanganan Covid-19.
--page
Khusus di Rumah Sakit Darurat Muhammadiyah hanya tinggal memasang pintu-pintu kamar, sambungan PDAM air bersih, tempat tidur pasien serta pagar belakang gedung.
"Melihat perkembangannya, ruang isolasi RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun sudah penuh, sehingga pasien PDP kemungkinan besar akan kita alihkan ke rumah sakit yang tengah kita persiapkan," ungkapnya.
Dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, diharapkan dukungan semua pihak. Pemerintah hadir di tengah masyarakat dengan harapan semua masyarakat mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah dan WHO.
"Lakukan social distancing, physical distancing, tetap di rumah dengan menerapkan pola hidup bersih serta menggunakan masker saat keluar rumah," pungkasnya. (DANANG/m)








