BORNEONEWS, Palangka Raya - Program cadangan beras pemerintah atau CBP dari Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk Kota Palangka Raya diinformasikan berjumlah 100 ton. Meski demikian, hingga kini Pemerintah Kota Palangka Raya belum juga menyalurkannya kepada masyarakat.
"Untuk CBP boleh dilakukan distribusi ke masyarakat yang berdampak bencana. Infonya ada sebanyak 100 ton untuk itu Pemko Palangka Raya, kami minta segera saja untuk direalisasikan kepada masyarakat," kata Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto kepada Borneonews pada Sabtu, 25 April 2020.
Bahkan untuk antisipasi kekurangan pun, lanjut Sigit, Pemerintah Provinsi Kalteng memiliki cadangan jatah hingga 200 ton beras.
"Hal tersebut juga segera untuk direalisasikan ke pada masyarakat bahwa CBP tersebut program pemerintah pusat jadi dengan kondisi bencana ini ya untuk segera direalisasikan kepada masyarakat Kalimantan Tengah, terutama Palangka Raya," tuturnya.
Sigit menilai bahwa realisasi pembagian beras program CBP ini terkesan lambat memang ketika masyarakat sangat membutuhkannya.
"Hal tersebut adalah program Kemensos RI jadi kami minta segera saja direalisasikan, jangan lamban mendata dan merealisasikannya," tegas Politisi PDI Perjuangan ini. (TESTI PRISCILLA/B-5)








