NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Sejumlah santri Lamandau yang beberapa hari lalu pulang dari pondok pesantren di Temboro, Magetan, Jawa Timur, sudah mulai menjalani karantina di Mess Desa, Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Bulik, kota Nanga Bulik. 

Mulai Sabtu 25 April 2020 siang, mereka sudah mulai menempati sejumlah mess desa yang telah disulap sebagai tempat karantina oleh pemerintah daerah Kabupaten Lamandau. 

"Mulai hari ini anak-anak kita, adik-adik kita para santri yang baru mudik dari Temboro sudah menempati Mess Desa yang telah kita siapkan sebagai tempat karantina," ungkap Bupati Hendra Lesmana yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lamandau, saat dikonfirmasi.

Hendra menyebut, hingga Sabtu 25 April 2020 sore, ada delapan santri yang terkonfirmasi mulai menjalani proses karantina. Mereka menempati tiga mess desa dengan pembagian ruangan masing-masing.

Selain delapan orang santri, diketahui ada satu orang dengan status orang dengan resiko (ODR) covid-19 yang juga mengikuti proses karantina. Kemudian tiga orang lainnya juga ikut tinggal di mess desa yang telah disiapkan secara terpisah. Mereka merupakan orang tua dari santri yang dikarantina.

--page

Pemkab Lamandau menyediakan tempat karantina bagi para santri tersebut sebagai upaya antisipasi dini dalam mencegah potensi penyebaran Covid-19. Terlebih, Temboro saat ini telah menjadi klaster baru penyebaran Covid-19, terkait 43 santri asal Malaysia yang terkonfirmasi positif sepulangnya dari salah satu pesantren di Jawa Timur itu. 

Dalam mengoptimalkan upaya pencegahan lainnya, Pemkab Lamandau telah melakukan pemeriksaan kesehatan dan rapid test terhadap 10 santri Temboro yang rata-rata usianya masih belasan tahun itu, dengan hasil rapid test semuanya negatif. 

Tak hanya rapid test, 10 santri Temboro itu juga telah menjalani proses pengambilan sampel swab pada Jumat 24 April 2020, di Pangkalan Bun, untuk kemudian diuji di Laboratorium Surabaya. 

"Saya haturkan terima kasih karena telah ada keikhlasan untuk menjalani karantina sembari menunggu hasil swab-nya. Yakinlah, semua ini harus dilalui demi kebaikan bersama," ucap Hendra. 

Selama karantina, Pemkab Lamandau juga menjamin semua kebutuhan sandang pangannya. Tak hanya itu, pemkab juga memastikan bahwa penjagaan di mess desa tempat karantina itu berlaku penuh, yakni 24 jam untuk tiap hari. 
(HENDI NURFALAH/m)