TEMPO.CO, Jakarta - Upaya otoritas Liga Prancis, LFP, untuk kembali menggulirkan kompetisi musim 2019-2020 menemui jalan buntu. Perdana Menteri Prancis, Édouard Philippe, menolak permohonan LFP untuk kembali menggelar pertandingan pada Juni mendatang.
Media Spanyol AS mengabarkan bahwa Philippe memastikan semua even olahraga besar tak akan bisa digelar sebelum September. Dengan begitu, Liga Prancis dipastikan tak akan selesai sesuai dengan jadwal yang sebelumnya telah ditetapkan LFP bersama Federasi Sepak Bola Prancis, FFF.
"Even olahraga besar tak bisa dilaksanakan sebelum September. Musim sepak bola 2019-2020 tak bisa dilanjutkan," kata Philippe seperti dilansir AS, Selasa 28 April 2020 waktu setempat.
Sebelumnya LFP dikabarkan meminta klub kembali berlatih pada 11 Mei mendatang dengan rencana Liga Prancis kembali bergulir pada awal Juni. Setiap pemain serta staf yang terlibat dalam latihan dan pertandingan dikabarkan harus menjalani tes virus corona sebelum latihan kembali digelar.
Meskipun demikian ada kemungkinan jadwal tersebut kembali diundur. Jika ada satu saja pemain atau staf yang dinyatakan positif terjangkit virus corona, maka klub dimana si pemain tersebut tak akan diperbolehkan membuka fasilitas latihannya.
--page
AS menyebutkan bahwa LFP dan FFF berencana kembali menggelar pertemuan setelah pernyataan tegas dari Perdana Menteri Prancis tersebut. Pernyatan tersebut dipastikan akan berdampak besar terhadap kondisi finansial klub-klub Liga Prancis.
Selain membahas soal dampak finansial yang akan dihadapi klub, LFP dan FFF rencananya akan membahas soal apakah akan menetapkan Paris Saint-Germain sebagai juara musim ini atau tidak. Selain itu, ada juga masalah soal promosi dan degradasi yang harus mereka bahas.
Sebelum kompetisi dihentikan karena virus corona, PSG memuncaki klasemen Liga Prancis dengan 68 angka dari 27 laga. Mereka unggul 12 angka dari pesaing terdekatnya, Marseille, yang sudah melakoni 28 laga. Dengan 10 laga tersisa, PSG bisa bisa mengunci gelar juara dengan memenangkan 5 laga ke depan.
Prancis merupakan salah satu negara dengan jumlah kasus virus corona terbanyak di dunia saat ini. Hingga 27 April 2020, tercatat lebih dari 166 ribu orang dinyatakan positif COVID-19 dengan korban meninggal mencapai lebih dari 23 ribu orang. (TERAS.ID)








