BORNEONEWS, Palangka Raya - Penyuluh Bahasa pada Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Basori mengatakan bahwa masih banyak kesalahan yang terjadi dalam penulisan ungkapan "Insyaallah" dalam bahasa Indonesia.
"Ungkapan Inshaallah adalah kata yang sering digunakan umat Islam untuk menjawab undangan atau harapan akan masa depan. Artinya ungkapan ini digunakan untuk berjanji menepati namun tetap menyerahkan hasilnya kepada Tuhan," kata Basori kepada Borneonews pada Rabu, 29 April 2020.
Tetapi, lanjutnya, karena memang kata ini berasal dari Bahasa Arab, penulisannya dalam Bahasa Indonesia pun terkesan tidak seragam.
"Ada yang menulisnya insya Allah, insyaAllah, in sya Allah, in sha Allah, dan sebagainya," terangnya.
Karena banyak bentuk yang ditawarkan ini, masyarakat sendiri menurut Basori, menjadi kebingungan menentukan mana kata yang benar.
--page
"Sebenarnya gabungan dari ungkapan ini terdiri dari in, sya'a, dan llah. Nah, dalam Bahasa Indonesia, in dan sya'a selain tidak berdiri sendiri, juga tidak memiliki makna," ungkapnya.
Karena tidak memiliki makna dan tidak bisa berdiri sendiri inilah makanya, tambah Basori, penulisannya harus digabung semua menjadi "Inshaallah". (TESTI PRISCILLA/B-7)








