BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Polres Kotawaringin Barat saat ini mulai melaksanakan operasi kepolisian secara terpusat dengan sandi Ketupat Telabang 2020. Namun tahun ini, ada perbedaan dalam pelaksanaannya karena di tengah pandemi covid-19.
"Operasi Ketupat Telabang 2020 bakal dilaksanakan selama 37 hari," jelas Kapolres Kobar, AKBP E Dharma Bahagia Ginting, Rabu, 29 April 2020.
Operasi ini memang seyogyanya bertujuan untuk menjaga keamanan dan keselamatan arus mudik lebaran. Namun, dalam masa pandemi virus corona ini, ada perubahan dalam hal target operasi.
Dharma B Ginting menambahkan, dalam operasi ini pihaknya mendirikan 4 pos pengamanan dan 1 pos terpadu.
"Tujuannya untuk memonitor guna mengelola situasi kamtibas agar selalu kondusif. Selain itu, pos juga bertujuan untuk memantau ketertiban masyarakat agar selalu taat dan patuh menghindari kerumunan, serta menerapkan physical distancing," jelas Kapolres Kobar.
Dia menambahkan, pos tersebut juga bertujuan untuk mengawasi adanya upaya masyarakat melakukan mudik, lantaran hal ini berpotensi menjadi penyebaran covid-19 menuju dan saat kembali dari kampung halaman.
"Kami tidak bosan-bosannya mengimbau masyarakat untuk bekerjasama memutus mata rantai penyebaran virus corona. Salah satunya dengan cara meniadakan sementara mudik selama pandemi covid-19," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/B-11)








