BORNEONEWS, Nanga Bulik - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lamandau langsung bergerak cepat melakukan tracking untuk mengetahui siapa saja yang melakukan interaksi dengan warga yang diketahui reaktif corona berdasarkan hasil rapid test.
Diketahui, ada 27 orang diduga melakulan kontak langsung dengan warga yang telah dinyatakan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19.
"Sejak tadi malam hasil rapid test-nya dinyatakan (reaktif) positif, kita langsung lakukan tracking. Jadi ada 27 orang yang diduga kontak dengan yang bersangkutan," kata Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lamandau, Hendra Lesmana, Rabu 29 April 2020.
Hendra yang juga Bupati Lamandau ini menyebut tracking kepada siapa saja yang kontak langsung dengan yang bersangkutan itu dilakukan sebagai salahsatu upaya pencegahan dini sekaligus upaya melokalisir potensi penyebaran jika warga yang berstatus PDP itu dinyatakan positif berdasarkan hasil swab.
Adanya 27 orang yang diduga kontak langsung dengan warga yang reaktif corona berdasarkan rapid test itu diprediksi terjadi setelah warga tersebut pulang dari menjalani perawatan penyakit jantung di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun pada 24 April 2020.
--page
"Info sementara banyaknya yang kontak ini karena sepulangnya dari Pangkalan Bun banyak warga yang membesuk ke rumahnya yang hasil tracking sementara semua yang kontak itu berjumlah 27 orang, termasuk yang besuk," sebutnya.
Hendra meminta semua pihak untuk tetap tenang, serta meminta warga Nanga Bulik khususnya tidak banyak melakukan aktivitas di luar rumah. (HENDI NURFALAH/B-6)








