JAKARTA –

TEMPO.CO, Jakarta -  Mantan pemilik klub Crystal Palace, Simon Jordan, mendesak penghentian total Liga Inggris musim ini. Menurut dia, rencana pengguliran kembali kompetisi sama dengan upaya pembantaian masal oleh korporasi.

Jordan menyatakan bahwa menggulirkan kompetisi kembali beresiko besar menambah parah penyebaran virus corona. Pasalnya, olahraga ini tak mungkin tak melibatkan kontak fisik antar pemain.

"Seperti halnya aku tidak ingin menjadi orang yang menjual belikan kiamat, kita saat ini memiliki penyakit yang belum ada vaksinya. Hal ini mungkin bukan masalah di tempat kerja semua orang, semua orang tidak meludah dan menendang satu sama lain seperti pemain sepak bola lakukan," kata Jordan dalam diskusi dengan media TalkSport.

"Mereka akan teinfeksi sampai kita temukan vaksinya dan jika sesuatu yang buruk terjadi, bagaimana dengan nasib olahraga kemudian? Pembantaian manusia oleh korporasi? Apa itu yang akan kita bicarakan selanjutnya?"

Jordan menyatakan bahwa otoritas Liga Inggris seharusnya menempatkan kesehatan dan keselamatan semua pihak yang terlibat dalam sepak bola sebagai prioritas utama. Dia bahkan menyatakan mendukung jika kompetisi diliburkan selama setahun ke depan sampai ditemukan cara menangani virus corona yang tepat.

--page

"Hal ini (virus corona) akan tetap ada sampai 12 bulan ke depan, sampai kita bisa menyimpulkan apakah ini, bagaimana cara kerja dan bagaimana kita bisa menemukan metodologi untuk hidup dengan corona," kata dia.

"Tantangannya adalah apa yang akan berubah? Apakah COVID-19 akan hilang dalam enam pekan ke depan? Rasanya tak mungkin."

Sebelumnya otoritas Liga Inggris telah memperbolehkan klub untuk membuka fasilitas latihan mereka sejak pekan ini. Hal itu sebagai antisipasi jika pemerintah Inggris memberi lampu hijau Liga Inggris kembali bergulir.

Otoritas Liga Inggris disebut akan menggelar tes masal virus corona sebelum liga kembali dibuka. Mereka dikabarkan telah menyiapkan 26 ribu perangkat tes senilai lebih dari 4 juta pound sterling.

Meskipun rencananya pertandingan dilakukan secara tertutup, banyak pihak meragukan hal itu cukup aman untuk mencegah terjadinya penyebaran virus corona.

--page

Eks pemain Manchester United Gary Neville pun sepakat untuk menyudahi saja Liga Inggris musim ini. Menurut dia, keputusan untuk meneruskan Liga Inggris tak lebih karena didorong faktor ekonomi.

Inggris merupakan salah satu negara dengan pandemi virus corona terparah di dunia saat ini. Tercatat lebih dari 161 ribu orang dinyatakan positif di sana dengan korban mencapai lebih dari 21 ribu jiwa. (TERAS.ID)