BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau Distankepang Kota Palangka Raya, Renson memastikan ketersediaan jagung untuk di wilayah Kota Palangka Raya stabil hingga bulan Oktober 2020 mendatang.
"Pemerintah pusat telah menetapkan bahwa jagung merupakan alternatif pangan yang harus dimiliki setiap daerah. Untuk Palangka Raya kita bisa pastikan ketersediaannya stabil hingga bulan Oktober nanti," kata Renson kepada Borneonews pada Kamis, 30 April 2020.
Menurut Renson, ketersediaan komoditi jagung pada bulan April dan Mei masing-masing ada 25 ton. Sementara kebutuhan warga Palangka Raya pada kedua bulan tersebut masing-masing sebanyak 23 ton.
"Jadi untuk April ini kita sudah aman, begitu pula untuk bulan Mei ketika bulan puasa dan lebaran ini," tuturnya.
Sementara ketersediaan jagung untuk bulan Juni hingga Oktober menurut Renson turun menjadi 23 ton per bulan.
--page
"Ketersediaannya pada lima bulan itu turun karena kebutuhan juga menurun. Ketersediaan kita 23 ton masing-masing per bulan, sementara kebutuhan masyarakat Kota Palangka Raya hanya 21 ton per bulan," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/B-11)








