BORNEONEWS, Palangka Raya - Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik, Anto Prabowo mengatakan sampai dengan 28 April 2020, penghimpunan dana melalui pasar modal telah mencapai Rp28,3 triliun.
Capaiannya Rp 28,3 triliun dengan 22 emiten baru. Di dalam pipeline, lanjut Anto, terdapat 53 emiten yang akan melakukan penawaran umum dengan total indikasi penawaran sebesar Rp21,2 triliun.
"Profil risiko lembaga jasa keuangan pada Maret 2020 juga masih terjaga pada level yang terkendali dengan rasio NPL gross tercatat sebesar 2,77% , NPL net 0,98% dan Rasio NPF sebesar 2,75%," tuturnya.
Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah, risiko nilai tukar perbankan dapat dijaga pada level yang rendah terlihat dari rasio Posisi Devisa Neto atau PDN sebesar 1,94%, jauh di bawah ambang batas ketentuan sebesar 20%.
"Sementara itu, likuiditas dan permodalan perbankan berada pada level yang memadai. Rasio alat likuid non-core deposit terpantau di level 112,90%, di atas threshold 50%," kata dia.
--page
"Kondisi ini juga didukung dengan adanya kebijakan restrukturisasi kredit yang dimulai sejak Maret sehingga tidak membebani permodalan bank mengingat kredit yang direstrukturisasi dikategorikan lancar," jelas Anto. (TESTI PRISCILLA/B-11)








